BERKUMPULKARENA CINTA, BERTEMU KARENA MAHABAH, BERSATU KARENA UKHUWAH TQN

Ilaahi anta maqshudi wa ridloka mathlubi a'thini mahabbataka waa ma'rifatak

Jumat, 09 April 2010

UNTUKMU SOUDARAKU......


Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, kami memohon kepada-Nya, dan kami berlindung kepada-Nya. Dan kami memohon perlindungan Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Siapa yang ditunjuki Allah tidak akan tersesat, dan siapa yang dibiarkanNya tersesat, tak akan mendapat petunjuk. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya.
Kepada saudara Muslimku, para Mujahid Palestina yang sabar dan teguh: Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Peperangan yang tengah berkobar di tanah kalian Yang sll terjajahi.....
Kemudian setelah mereka kehabisan tenaga menghadapi Jihad kalian yang penuh berkah, mereka lalu mencari dalih dan menggunakan muslihat,..........
Aku sampaikan kepada Saudaraku Mujahidin, putra-putra Palestina, dan menyeru mereka untuk melanjutkan langkah mereka di atas Jalan Jihad. Kekufuran global tengah menghadapi kesulitan dan maka teguh dan kuatkan tekad! serta kesabaran dan keteguhan mereka dalam menghadapi musuh yang sama .........

Ya Allah, sampaikan shalawat dan salam kepada Rasul kami Muhammad saw, beserta keluarga Beliau, dan seluruh Sahabat. Dan doa terakhir kami segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin.

Ilaa Hadlrotini Sulthonul Awliya fi hadza zaman Wa syaikhinal mukarrom,Pangersah Abah Anom Syeich Ahmad Shohibul Wafa Tadjul'Arifin Qs..Al fatehah.....

PERHATIAN...PERHATIAN...


Assalamualaikum wr. wb.
Perhatian-perhatian..saya hanya menyampaikan pesan...

Diberitahukan kepada para penumpang "TQN SURYALAYA AIR" dengan No penerbangan 165, dalam perjalanan Ruhani yang sedang kita tempuh, dengan ketinggian jelajah Ilmu - Amaliah, Amal - Ilmiah, dengan tujuan Tingkatkan Iman dan Taqwa kepada ILLAHI ROBBI, penumpang diharap tetap mengenakan sabuk Amanah dalam Robithoh dan Khidmat kepada Sulthon Awliya Assayyid Asy-Syekh Al-Alamah Al-Arif billah Ahmad Shohibul wafa Tajul' Arifin r.a., menegakan kursi Islam, Iman, Ikhsan & Ikhlas.
Penerbangan ini bebas asap Dengki, Iri, Riya, Sum'ah dan Ujub, berpegang teguhlah pada Tali Alloh dalam penerbangan ini.
Selamat menikmati penerbangan ini, semoga sampai tujuan di Bandara "ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHOKA MATLUBI A'TINI MAHABATAKA WA MA'RIFATAKA......

TATA CARA MANAQIB SULTHONU AULIYA'I SYEICH ABDUL QODIR AL JAILANI


MANAQIB adalah suatu bentuk kegiatan khidmat amaliah dan ilmiah, dan sudah melembaga dan membudaya di tengah sebagian besar masyarakat Islam Indonesia. Terutama sekali di kalangan ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Kegiatan khidmat itu merupakan bagian pengamalan dan pengenjawantahan dari Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Pelaksanaannya secara rutin sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan bertempat di majlis-majlis manakiban dan khotaman.
Manaqib itu sendiri berasal dari bahasa Arab, dari lafad “manqobah” yang berarti : kisah tentang kesolehan dan keutamaan ilmu dan amal seseorang.

Syaikh Abdul Qodir Jaelani pernah berkata : “Dimana saja dibacakan manaqib-ku aku hadir padanya”. Oleh karena itu pada waktu pelaksanaannya para ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya harus hadir untuk mengikuti jalannya kegiatan tersebut.

Susunan acara manakiban sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Pembacaan Tanbih
4. Tawasul
5. Pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jaelani
6. Da’wah/Tabliqul Islam oleh Mubaligh Pondok Pesantren Suryalaya
7. Pembacaan Sholawat Bani Hasyim 3 (tiga) kali

Demikianlah pelaksanaan manaqib, yang dapat menciptakan dan mewujudkan kondisi dinamis, serta tata nilai yang berharga, untuk itulah perlu adanya usaha yang sungguh-sungguh dan terus menerus dikembangkan dan dilestrarikan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.

RAHASIA DIBALIK AMALIYAH MANAQIBAN


Definisi rahasia menurut keterangan di dalam kitab tentang ketentuan-ketentuan sesuatu adalah salah satu komponen yang ada pada diri manusia yang disimpan dalam qolbu, seperti ruh di dalam jasad, seperti tempat cinta, hati tempat keinginan.
hadith

Amaliyah manaqiban di dalamnya penuh dengan ‘amaliyah’. ‘Penuh’ disini diartikan karena datang dan didatangi , yang mendengarkan dari jauh maupun dari dekat (tempat manaqiban), atau yang datang tidak untuk manaqiban, tetapi untuk sekedar ingin tahu ataupun berjualan, semuanya terlibat dengan ‘amaliyah manaqiban’, sadar atau tidak sadar. Malah Informasi seperti ‘Blog’ ini pun terlibat di dalamnya. Demikian juga transportasi baik transportasi udara, transportasi laut maupun transportasi darat terutama Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan pun, seluruhnya selalu melibatkan diri di dalam ‘amaliyah manaqiban’.
Puluhan ribu manusia berdesakan tanpa di undang, seluruhnya datang hanya untuk mengejar rahasia, ‘ADA APA DENGAN MANAQIBAN ?‘, Rahasia ini malah membuat orang yang belum pernah tahu apa manaqiban itu, terkadang usil dalam ceramahnya dengan mengungkit-ungkit manaqiban, bukan hanya menjelekkan, tetapi menganggap perbuatan itu syirik / menyekutukan Tuhan, lalu menyebut-nyebut SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom), menyebut-nyebut ‘SURYALAYA’-nya, Dzikirnya keras-keras dan lain-lain yang menjurus kepada melecehkan, mencemohkan dengan nada-nada yang sinis. Hal itulah yang membuat penasaran orang yang mendengar. Secara langsung atau tidak langsung penceramah itu melibatkan dirinya di dalam manaqiban, dengan tidak disadari, orang itu menyuruh datang ke tempat manaqiban.

Jangan terlalu jauh mengungkap rahasia di balik amaliahnya, bukti manaqiban-nya saja adalah rahasia, walaupun jelas, nyata, terdengar, terlihat. Kalau bukan dan tidak rahasia, mengapa orang-orang yang jauh-jauh pada datang ke tempat Manaqiban, seperti orang dari negara Singapore, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Hongkong, Australia pada datang menghadiri manaqiban.
Kalau manaqiban itu bukan sesuatu rahasia, walaupun bersifat lahiriyah saja kelihatannya, mengapa pendiri manaqiban itu tidak ada yang bangkrut secara ekonomi. Semakin banyak yang mendirikan manaqiban, pencandu manaqiban hidupnya barokah. Ada apa di dalamnya ? Silakan menjadi manusia yang penasaran dengan Manaqiban.

Pada saat manaqiban telah di mulai dan sampai dengan selesai, dicontohkan oleh Syeikh Mursyid kamil mukamil SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom) beliau tidak bergerak ke kiri dan ke kanan (khidmat), duduk nunduk “TAWAJJUH” kearah di mana satu nama Alloh tertanan di dalamnya.

Menurut Kitab At-Ta’rifat halaman 116 disebutkan :
“Rahasia itu adalah latifah / sesuatu yang halus yang diletakkan disimpan di dalam hati seperti ruh disimpan di dalam badan dan itu adalah tempat menyaksikan segala sesuatu, seperti sesungguhnya ruh itu tempat mahabbah / mencintai, menyukai dan hati adalah tempatnya keinginan, kemauan“.

AMALIYAH
Amaliyah adalah perbuatan anggota badan lahir, ibadah nyata, yang mengambil banyak resiko pengorbanan, karena perbuatan dunia untuk dunia dan akhirat, makan waktu yang tidak sedikit, memerlukan sikap yang serius, bukan main-main, karena didalamnya ada berbagai untaian acara. Dari membaca Al-Qur’an, membaca sholawat, membaca tanbih, membaca tawassul, membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani Qoddasallohu Sirrohu, membaca doa dan syarahan/tausyiah/ceramah, yang disebut khidmat ‘ilmiyah.

Kalimat dzikir Laa ilahaa illallah mempunyai 19 nama diantaranya



Kalimat dzikir Laa ilahaa illallah mempunyai 19 nama diantaranya Kalimat tauhid, Kalimat Ikhlas, Kalimat Ahsan, Kalimat da'watul haq, Kalimat thoyyibah, Kalimat 'Urwatul wutsqo, Kalimat tsamma'ul jannah (harga dan pembeli syurga), Kalimat taqwa, Kalimat Islam, Kalimat kedekatan dengan Tuhan, Kalimat kemenangan dst. Alhamdulillah kita sudah mendapatkannya.

Kehebatan Laa ilahaa illallah itu disebutkan : Tidak akan dibuka pintu langit (kesatu, kedua ... ketujuh) oleh Allah bagi orang yang berdo'a jika tidak melalui kalimat Laa ilahaa illallah. Artinya do'a tidak akan diijabah apabila kalimat Laa ilahaa illallah menyertainya. Kunci Pintu Surga adalah Laa ilahaa illallah. Alhamdulillah kita sudah mendapatkannya dan mudah-mudahan bisa membukanya. Sebaliknya kalimat Laa ilahaa illallah bisa menutup pintu neraka. Barokah dari langit dan bumi akan datang kepada orang yang banyak mengucapkan Laa ilahaa illallah. Kalimat Laa ilahaa illallah bisa membuka/mengeluarkan ruh manusia yang tidak bisa kembali kepada Allah ketika azalnya tiba. Hakikat Laa ilahaa illallah adalah dzikir Khofi. Dengan dzikir inilah kita belajar untuk bisa kembali kepada Allah. Dzikir Laa ilahaa illallah bisa menutup, mengendalikan nafsu jelek yaitu nafsu amarah dan lawwamah juga untuk mengunci pintu kemaksiatan.

Dialog ALLAH Dan Malaikat tentang Orang-orang Yang Berdzikir Dan Berdo'a

Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, "Kemarilah, inilah hajat kalian!"


Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang berdzikir tersebut, ikut duduk bersama mereka, dengan membentangkan sayap-sayap mereka sampai ke atas langit dunia. Jika orang-orang yang berdzikir tadi selesai melakukan dzikirnya, para malaikat naik ke langit. Pada saat itu Rabb bertanya kepada malaikat - dan Dia Lebih Mengetahui - :

"Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?"

"Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan-Mu" jawab para malaikat.

"Apakah mereka melihat-Ku?" Allah bertanya lagi.

Malaikat: "Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu!"

Allah: "Apa yang mereka minta?"

Malaikat: "Mereka meminta Surga kepada-Mu."

Allah: "Apakah mereka pernah melihatnya?"

Malaikat: "Tidak wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya!"

Allah: "Lantas bagaimana jika mereka melihatnya?"

Malaikat: "Andaikan mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih sangat mendambakannya, lebih sangat menginginkannya, dan lebih senang kepadanya!"

Allah: "Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?"

Malaikat: "Mereka meminta perlindungan dari Neraka."

Allah: "Apakah mereka pernah melihatnya?"

Malaikat: "Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya."

Allah: "Bagaimana seandainya mereka melihatnya?"

Malaikat: "Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu mereka lebih menjauh daripadanya dan lebih takut daripadanya."

Lalu Allah berfirman, "Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni untuk mereka."

Salah satu dari malaikat pun berkata, "Wahai Rabb, di tengah-tengah mereka ada seseorang yang bukan dari golongan mereka. Orang itu datang untuk suatu kepentingan (bukan untuk berdzikir)!"

Allah menanggapinya, "Mereka itu adalah kelompok orang yang tidak akan celaka, siapa pun yang ikut duduk dengan mereka!" []

___
Maraji': Hadits Riwayat Bukhari - Muslim. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah.

DUA BELAS ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MELAKUKAN BERDZIKIR.






12 (dua belas) adab yang harus diperhatikan pada saat melakukan dzikir

1. Duduk di tempat yang suci seperti duduknya di dalam shalat..

2. Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya.

3. Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan bau wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya.

4. Memakai pakaian yang halal dan suci.

5. Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan.

6. Memejamkan kedua mata, karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dzahir, karena dengan tertutupnya indra dzahir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati/bathin.

7. Membayangkan pribadi guru mursyidnya diantara kedua matanya. Dan ini menurut ulama thariqoh merupakan adab yang sangat penting.

8. Jujur dalam berdzikir. Artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang).

9. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran. Dengan kejujuran serta keikhlasan seseorang yang berdzikir akan sampai derajat ash-shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan) kepada syaikhnya. Jika dia tidak mau mengungkapkan hal itu, berarti dia berkhianat dan akan terhalang dari fath (keterbukaan bathiniyah).

10. Memilih shighot dzikir bacaan La ilaaha illallah , karena bacaan ini memiliki keistimewaan yang tidak didapati pada bacaan- bacaan dzikir syar’i lainnya.

11. Menghadirkan makna dzikir di dalam hatinya.

12. Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah dengan La ilaaha illallah , agar pengaruh kata “illallah” terhujam di dalam hati dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.